raywidy

Just another WordPress.com site

tugas media pembelajaran

pada Mei 22, 2012

Nama              : Ray Widy Anjarsari

Mata Kuliah   : Media Pembelajaran

 

Standar Kompetensi : 1. Memahami Lingkungan Hidup Manusia

Kompetensi Dasar     : 1.2 Mendeskripsikan kehidupan pada masa pra-aksara di Indonesia 

 

[HOT NEWS]Bunker Belanda Ditemukan di SMP Negeri 1 Kuningan 

August 1, 2011 – 2:26 pm

Kuningan News – Sebuah bunker tua diduga ruang tahanan peninggalan penjajahan Belanda ditemukan salah seorang pekerja bangunan ketika membuat galian untuk pondasi bangunan di SMPN 1 Kuningan, Minggu (31/7). Bunker dengan panjang 3 meter, lebar 7 meter dan tinggi 2 meter itu, diduga untuk tempat persembunyian.

Menurut Joni, pekerja bangunan yang pertama kali menemukan Bunker tersebut menjelaskan, lokasi penemuan Bunker itu berada di lahan milik SMPN 1 Kuningan. Bunker ditemukan ketika sedang menggali lubang untuk pondasi, namun tiba-tiba ada lubang yang menyerupai terowongan, ternyata setelah terus digali ditemukan sebuah Bunker.

“Ketika menemukan ada keanehan, saya dengan teman teman sesama pekerja bangunan meneruskan penggalian dengan memperlebar galian. Namun tanah yang digali tumpah ke lubang terowongan, karena penasaran akhirnya terus digali, ternyata ada sebuah ruangan dengan dinding batu yang tertata rapih dan melingkar setengah lingkaran mirip ruang tahanan,”terangnya.

Menurut salah seorang guru SMPN 1 Kuningan, Hamduli SIP SPD kepada Kuningan News mengatakan, kalau merujuk kepada sejarah SMPN 1 Kuningan ini, dulunya merupakan bangunan bekas markas tentara belanda, diduga bunker tersebut merupakan tempat atau ruangan persembunyian yang tertata dengan rapih dan ada pentilasi udara, kalau septitank, tidak mungkin serapih itu. “SMPN 1 N Kuningan merupakan salah satu sekolah tertua di Kuningan, sudah dipakai sejak tahun 1918,”jelasnya.

Sementara, pihak pengelola pelaksana banguan SMPN 1 Kuningan, H Karsadi menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait penemuan ini ruangan di bawah tanah ini. Untuk saat ini, baru sebagian yang diperiksa.

Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda S.Sos ketika mendapat kabar ditemukannya bunker, langsung meninjau kelokasi dan memastikan temuan tersebut. “Kalau memang benar itu sebuah bunker peninggalan Belanda, ini membuktikan bahwa Kuningan mempunyai nilai Historis dalam sejarah kemerdekaan. Saya meminta temuan ini untuk di cek dan diteliti, diduga ada senjata atau harta karun peninggalan jaman belanda,”ungkap Aang

Dengan ditemukannya Bunkker ini kata Aang, merupakan bukti sejarah yang harus di jaga dan dilestarikan, apalagi sekolah SMPN 1 Kuningan merupakan sekolah tertua di Kabupaten Kuningan. “Kedepan, sekolah bertaraf internasional ini akan di pindahkan karena tidak sesuai dengan kreteria RSBI, kemudian bangunan SMPN 1 akan di jadikan sebuah museum sejarah Kuningan,”paparnya.(leh)

================================================== ======

KUNINGAN, (KC).- Puluhan pekerja bangunan yang tengah asyik bekerja di SMPN 1 Kuningan, mendadak geger. Begitu gegernya, orang nomor satu di Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, bersama sejumlah pejabat teras setda, pun datang ke lokasi. Hanya dalam hitungan menit, kejadian siang itu menyebar ke mana-mana. Semua itu terkait dengan penemuan bunker peninggalan Belanda dengan lebar 175 cm dan panjang 2,5 meter, yang ditemukan di bawah bangunan ruang guru Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) SMPN 1 Kuningan yang tengah direhab, Minggu (31/7). Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Kabar Cirebon (“KC”), awalnya Kepala RSBI SMPN 1 Kuningan, H. Jaja Jaenudin, berencana merehab gedung sekolah setempat karena sudah puluhan tahun belum diperbaiki. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan. Untuk itu, dengan melibatkan komite sekolah, akhirnya dilakukan pembongkaran di ruang guru yang ukurannya 12 meter x 12 meter. Sebab atap bangunan tersebut sudah keropos. Bila dibiarkan, dikhawatirkan menelan korban jiwa.

Di samping itu, kondisi bangunan di sekolah setempat sudah kurang memenuhi standar pendidikan sebagai RSBI. Sebab sekolah bersangkutan tidak memiliki tempat olahraga yang representatif. Maka dari itu, pembongkaran ruang guru akan ditindaklanjuti melalui pematenan bagian atapnya dengan cara didak, menggunakan semen, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ruang serba guna, termasuk tempat olahraga. Ketika para pekerja tengah asyik menggali lantai ruangan tersebut untuk dibangun penyangga cakar ayam supaya lebih kuat, tiba-tiba ditemukan plat besi penutup lubang yang sebelumnya diperkirakan merupakan septic tank atau tempat pembuangan kotoran manusia. Karena penasaran, penggalian dilakukan sampai penutupnya terbuka. Hasilnya, bunker tersebut ternyata cukup panjang, mencapai 2,5 meter, yang mengarah ke bagian tengah bangunan. Sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat bangunan bersejarah di dalamnya. Karena RSBI SMPN 1 Kuningan dibangun tahun 1918 atau pada masa penjajahan Belanda. “Penemuan bunker tersebut kami beritahukan kepada Pak Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda selaku kepala daerah,” ujar Kepala RSBI SMPN 1 Kuningan. H. Jaja Jaenudin didampingi pelaksana pembangunan, H. Karsadi, di lokasi.

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, didampingi Kabag Umum, Trisman Supriatna, dan Kabag Humas, Agus Mauludin, mengaku kaget dengan adanya penemuan bunker peninggalan Belanda tersebut. Bunker itu akan terus diteliti untuk mengetahui apakah bunker biasa atau bunker khusus. Jika bungker biasa, rehab ruang guru tersebut akan dilanjutkan. Tetapi apabila bunker khusus, yang di dalamnya terdapat benda-benda bersejarah atau benda lainnya, pembangunan harus dihentikan. “Penggalian akan terus dilakukan sampai terbuka tabir kebenarannya agar nantinya bisa diketahui secara pasti, apa sebenarnya di dalamnya, dan pada zaman penjajahan Belanda, digunakan untuk apa saja,” tandasnya.

Dengan kondisi demikian, ia berkeinginan bangunan RSBI SMPN 1 Kuningan dipindahkan ke tempat yang lebih memenuhi standar. Karena kalau mengacu pada aturan, RSBI tersebut harus dibangun di atas lahan setidaknya 2 hektare, sementara yang ada sekarang hanya 3.000 meter.

Adapun eks bangunannya nanti akan dijadikan museum yang bermanfaat bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan budaya. Sebab saat ini Kabupaten Kuningan baru memiliki perpustakaan dan gedung budaya. “Memang gedung RSBI SMPN 1 Kuningan yang di dalamnya juga terdapat bangunan bersejarah lainnya, sangat cocok dijadikan museum,” jelasnya.(C-31)

sumber

http://www.berita-terbaru.com/uncategorized/hot-newsbunker-belanda-ditemukan-di-smp-negeri-1-kuningan.html

 

Selasa, 03 Agustus 2010 – 01:04:05 WIB

Bunker Kuningan Kian Misterius

Diposting oleh : Administrator

Kategori: kuningan – Dibaca: 380 kali

KUNINGAN, (KC).- Bunker yang ditemukan beberapa hari lalu di areal Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) SMPN 1 Kuningan, kian memperlihatkan misteri, setelah Selasa (2/8) kemarin ditemukan bagian bunker lain.

Penemuan baru itu mengindikasikan bahwa bunker memiliki banyak ruang dan cabang. Jika digali lebih jauh, ada kemungkinan bunker itu memiliki jalur ke berbagai lokasi yang berjarak cukup jauh.

 

Seperti diketahui, para pekerja bangunan yang tengah melakukan rehab ruang guru RSBI SMPN 1 Kuningan, Selasa (2/8), secara tidak disengaja menemukan pintu masuk bunker, tidak jauh dari penemuan bunker pertama, beberapa hari lalu.

Pintu masuk bunker dibangun sangat kokoh, menggunakan besi beton ukuran 17 inci, berada di tengah-tengah ruang guru dengan ukuran sekira 40 cm x 40 cm dan kedalamannya diperkirakan mencapai 2 meter lebih. Setelah diselusuri, di dalam bunker itu masih ada pintu masuk lagi ke bunker yang lainnya.

“Memang benar, para pekerja bangunan yang tengah merehab sekolah bersangkutan menemukan pintu masuk bunker dan beberapa titik bunker lainnya,” ujar Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda,  melalui Kabag Humas, Agus Mauludin.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah menugaskan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) untuk menangani penemuan beberapa titik bunker di bawah kampus RSBI SMPN 1 Kuningan tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Kuningan, Suryono,  ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya telah menghubungi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang untuk melakukan penelitian atas penemuan bunker tersebut. Tetapi ia tidak tahu, kapan para petugas dari BP3 Serang terjun ke sana. Karena penelitian kali ini di luar program pemerintah sebelumnya,  sehingga perlu difasilitasi oleh pemerintah daerah.

“Kalau ingin diteliti secepatnya, pemerintah daerah harus memfasilitasi petugas BP3 Serang. Karena perjalanan dari  Serang ke Kuningan cukup jauh, dan penelitian tersebut di luar program yang telah ada,” jelasnya.

Berkaitan dengan pelaksanan rehab bangunan, Suryono menekankan agar pengelola sekolah menghentikan untuk sementara waktu sampai dilakukannya penelitian oleh BP3 Serang. Karena hal tersebut berkaitan dengan peninggalan sejarah yang diatur dalam UU Nomor  11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.(C-31)

http://kabar-cirebon.com/kabarcirebon/berita-841-bunker-kuningan-kian-misterius.html

 

 

 

Penemuan Benda Yang Diduga Peninggalan Sejarah Disurvey Tim BP3 Jateng

 

Ditulis oleh Agus Pambudi   

pasfmpati.com (Pati, Kayen) –  Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, langsung mensurvey penemuan benda yang diduga artefak atau peninggalan sejarah, disebuah kawasan di Dukuh Miyono Desa Kayen Kecamatan Kayen. Benda kuno yang ditemukan dilokasi itu, diantaranya arca, batu bata berukuran besar, serta lencana, timbangan logam dan lepek yang tersimpan dalam satu peti. 

Dalam beberapa tahun terakhir ini, warga Dukuh Miyono Desa Kayen Kecamatan Kayen sempat dikejutkan dengan penemuan benda-benda kuno, yang terpendam tanah sedalam sepuluh sentimeter. Mulai batu bata, peti berisi beberapa benda kuno, sampai penemuan arca.

Kasi Budaya dan Seni pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kab Pati Achmadi SPd menjelaskan, sejak adanya penemuan benda yang diduga purbakala, pihaknya langsung menginformasikan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

“Begitu melayangkan surat selang tiga hari dari BP3 Prambanan mensurvey dilokasi. Hasil dari survey ini nanti akan dikaji tim. Dan setelah laporan hasil survey ini selesai dikaji tahap berikutnya BP3 akan melakukan penelitian.”, jelas Achmadi SPd.

Achmadi SPd menambahkan, tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah yang dipimpin Bagus Ujianto mengaku terkejut dengan benda-benda yang ditemukan di Dukuh Miyono Desa Kayen. Pasalnya ssunan batu bata yang biasanya digunakan untuk bangunan kraton, justru banyak ditemukan warga diareal persawahan seluas 900 m2, bersama benda – benda kuno lainnya.

“Warga disekitar itu banyak menemukan benda-benda kuno. Diantaranya ada arca kuno, ada timbangan kuno, piring kuno, cupu atau mangkok, dan mungkin masih ada banyak lainnya. Karena luas lokasinya juga masih diteliti lagi. Karena dibeberapa titik masih ditemukan tumpukan batu bata.”, jelasnya.

Dari hasil kesimpulan sementara lokasi tersebut, diduga situs bersejarah. Sehingga BP3 Jawa Tengah meminta Pemerintah Desa dan warga sekitar untuk menjaganya. Karena ada sebagian batu bata, yang sudah digunakan warga untuk membangun makam didesa setempat.

Sedang temuan sebuah peti berisi benda-benda kuno disimpan Supiah, salah seorang cucu Suprawirojapan, juru kunci kedua Desa Kayen.(*)

 

http://pasfmpati.com/101/index.php?option=com_content&view=article&id=1509:penemuan-benda-yang-diduga-peninggalan-sejarah-disurvey-tim-bp3-jateng&catid=1:latest-news

 

 

 

Penemuan Batu Kerajaan Akan Diuji

| Jodhi Yudono | Selasa, 11 Oktober 2011 | 20:39 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Penemuan batu yang diduga peninggalan zaman kerajaan atau purbakala di lahan kebun Kampung Nangklong, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akan diuji kebenarannya oleh Balai Arkeologi Bandung.

“Perlu diuji kebenarannya, nanti tim arkeologi ke sini (ke lokasi penemuan) dapat diketahui dari peradaban mana, usianya berapa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya Alfian kepada wartawan, Selasa.

Penemuan batu yang diduga peninggalan bersejarah itu, kata Alfian, sudah dikumpulkan bukti-buktinya dengan cara difoto kemudian diserahkan kepada balai arkeologi.

Bukti berupa foto itu, kata Alfian, sebagai awal pengkajian oleh balai arkeologi di Bandung untuk dilakukan penilaian unsur peninggalan zaman dulu yang selanjutnya tim dari arkeologi akan terjun ke lapangan.

“Kita sudah menganalisis dan memotret semua yang ada di lokasi penemuan itu dan sudah dikirim ke arkeologi, kita tinggal menunggu tim arkeologi datang ke lokasi,” katanya.

Apabila batu dugaan peninggalan bersejarah itu benar sesuai dengan kajian ilmiah, kata Alfian bisa menjadi kunci sebagai titik awal untuk dilakukan pengembangan.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika ada benda zaman dulu ditemukan, kata Alfian tentu ada benda lainnya yang terkubur dalam tanah belum terungkap.

“Biasanya pengalaman kita selama ini kalau ada satu titik biasanya disekitarnya itu ada titik lain, makanya ini satu kunci yang mungkin nanti kita kembangkan, sebagai bukti untuk menunjang penelitian ilmiah,” katanya.

Ia berharap penemuan batu tersebut kedepannya mampu mengungkap sejarah peradaban di Kabupaten Tasikmalaya, yang selanjutnya dikaji dan dikaitkan dengan sudah ditemukannya benda peninggalan zaman dulu disejumlah daerah di Tasikmalaya.

“Kalau memang benar dalam kajian nanti, saya sangat bergembira, bahwa di situ ada peradaban masa lalu yang terkubur dan mulai terungkap,” katanya.

Sementara itu batu diduga peninggalan bersejarah ditemukan Hasbini (53) warga setempat pemilik kebun tampak batu berukuran diameter sekitar 1,5 meter.

Di atas dataran batu tersebut terlihat seperti gambaran peta dan terdapat tulisan seperti menyerupai angka 0, 1 dan 5.

Batu tersebut kini dijaga baik oleh pemilik tanah kebun serta warga setempat sesuai himbauan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merusak bentuk batu itu.

http://oase.kompas.com/read/2011/10/11/20393693/Penemuan.Batu.Kerajaan.Akan.Diuji

 

ANDA BERADA DIHome Dapunta Online: Nusantara Peninggalan Prasejarah Kembali Ditemukan di Dataran Tinggi Pasemah

Minggu, 18 September 2011

Peninggalan Prasejarah Kembali Ditemukan di Dataran Tinggi Pasemah

Ditulis tanggal:26/04/2010 di Dapunta Online: Nusantara, Sejarah | 0 Comment |

Dapunta Online – KEMBALI DITEMUKAN peninggalan prasejarah di Dataran Tinggi Pasemah, atau tepatnya di kebun kopi sekitar sungai Indikat, Dusun Talang Kubangan, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Minggu (25/4).

Peninggalan prasejarah ini berupa batu megalit berbentuk tapak kaki manusia. Ditemukan oleh warga setempat bernama Manto, yang saat itu sedang menggarap kebun.

Posisi batu tersebut berada di daerah perkebunan kopi berjarak sekitar 15 km dari Kota Pagaralam. Pada permukaan batu, terdapat ukiran tapak kaki manusia berukuran lebar sekitar 12 cm dan panjang 30 cm, sedangkan di sisi kiri kanannya terdapat tulisan mirip huruf ulu.

Namun guratan atau bentuk tapak kaki tersebut tidak begitu jelas kalau hanya dilihat sekilas, selain karena memang permukaan batu sudah banyak lumut dan pengaruh alam.

“Batu megalit yang berukuran panjang 1 meter lebar 70 cm, beratnya sekitar 200 kg ini, ditemukan di kebun kopi Dusun Talang Kubangan, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, berjarak 5 kilometer dari Dusun Lubuk Buntak,” kata penemu batu megalit itu, Manto.

Ia mengatakan, daerah itu banyak bebatuan berukuran besar, tapi secara tidak sengaja menemukan ada tulisan dan tapak kaki manusia di batu itu.

“Diperkirakan batu megalit itu sudah berumur ribuan tahun, dengan kondisinya sudah tidak utuh lagi, ada bagian sudah mulai terkikis, termasuk tulisannya juga sudah mulai memudar dan batu juga banyak mengalami retak,” ujar dia.

Dahulunya daerah tempat penemuan batu megalit itu merupakan belukar di pinggir jurang, namun karena banyak warga kurang mengerti kalau batu tersebut bernilai sejarah sehingga tidak ada yang memperdulikan apalagi untuk melestarikannya, kata dia lagi.

“Perlu dibersihkan di sekitar batu tersebut agar bisa terlihat dengan jelas bentuk dan ukuran yang sebenarnya. Kalau digali kemungkinan akan ditemukan banyak macam tulisan atau guratan lainnya. Apalagi Pagaralam cukup banyak menyimpan megalit peninggalan zaman dahulu, namun pemeliharaanya masih belum dilakukan secara baik,” kata dia lagi.

Peneliti Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti megatakan, penemuan itu masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui seluk beluk batu megalit yang terdapat tapak kaki dan tulisan diperkirakan huruf ulu tersebut.

“Demikian juga dengan penemuan gua masih perlu pembuktian secara ilmiah melalui penelitian dan bukti lainya, seperti sisa-sisa arang, subsistensi makanan, aktivitas penguburan, perbengkelan, pembuatan alat batu, dan peralatan manusia,” ujar Kristantina pula.

Ditemukan pula peralatan berupa kapak -kapak batu, serpih, serut dan benda-benda lainnya.

“Memang sudah kami agendakan tahun 2011, penelitian Balai Arkeologi Palembang akan fokus di daerah Pagaralam,” kata dia.[*] ANT/DPT

Kerajaan Tak Dikenal Ditemukan di China

Ditulis tanggal:27/04/2011 di Headline, IPTEK, Sejarah | 0 Comment |

 

Ilustrasi: Cdn.wn.com

Dapunta Online – Sebuah kerajaan tak dikenal dengan penanggalan 1040 SM ditemukan di China bagian utara. Kerajaan tersebut kemungkinan dari Dinasti Xizhou (1046 sampai 771 SM).

Pahatan pada perkakas perunggu yang ditemukan pada makam kota Linfen provinsi Shanxi menunjukkan bahwa wilayah tersebut diperintah oleh Ba Bo, atau Pangeran kerajaan Ba, kata arkeolog mengungkapkan dalam suatu pernyataannya.

Kerajaan Ba tidak pernah terlihat dalam catatan sejarah sebelumnya, mereka menyatakan.

“Makam-makam tersebut memberi kita satu kesempatan untuk mengetahui kerajaan Ba yang dilupakan oleh sejarah . Temuan ini juga menyingkap sistem feodal dinasti Xizhou dan teknologi serta pertukaran dan penyatuan kelompok etnis yang berbeda pada waktu itu,” kata Wang Wei, kepala Institut Arkeologi dari Akademi Sains China, seperti dikutip Dapunta.com dari Xinhua .

“Catatan kerajaan tersebut bisa jadi hilang dalam sejarah. Mungkin juga Ba merupakan satu dari kerajaan-kerajaan kecil dan diabaikan oleh sejarawan kuno,” kata Xie yaoting, deputi Institut Arkaeologi Shanxi

 

Candi Buddha Ditemukan dalam Galian  

Wiwik Susilo

Candi Depok

24/09/2011 17:09

Liputan6.com, Jakarta: Sebuah kompleks Candi Buddha ditemukan warga di Dusun Palgading, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (24/9). Candi ditemukan saat warga sedang membuat pondasi rumah di lokasi tersebut.

 

Penemuan kompleks candi Buddha yang diperkirakan dibuat pada abad IX dan X bermula saat warga menemukan sebuah patung Buddha berjenis Awalokiteswara di dalam tanah. Masyarakat pun melaporkan temuan patung tersebut ke Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala atau BP3 Yogyakarta untuk ditindaklanjuti.

 

Berdasarkan penggalian oleh tim BP3 Yogyakarta, candi yang ditemukan ini berukuran lebih dari 50 x 30 meter. Hingga kini, tim Ekskavasi Situs Palgading sudah menemukan dua bagian candi, yakni bagian selatan dan tengah yang disertai stupa. Sedang bagian lainnya masih dalam pencarian.

 

Penggalian seluruh kompleks candi diperkirakan tidak mudah karena sebagian bangunan kuno itu diperkirakan berada di dalam tanah yang di atasnya sudah berdiri bangunan milik warga.(ADI/ANS)

 

http://berita.liputan6.com/read/354925/candi-buddha-ditemukan-dalam-galian

 

 

Penemuan fosil-fosil manusia purba di indonesia

Penemuan fosil manusia purba yang telah dilakukan oleh Dubois pada akhirnya mendorong penemuan-penemuan selanjutnya yang dilakukan oleh para peneliti lainnya. Pada tahun 1907-1908, dilakukan upaya penyelidikan dan penggalian yang dipimpin oleh Selenka di daerah Trinil (Jawa Timur). Penggalian yang dilakukan oleh Selenka memang tidak berhasil menemukan fosil manusia. Akan tetapi upaya penggaliannya telah berhasil menemukan fosil-fosil hewan dan tumbuh-tumbuhan yang dapat memberikan dukungan untuk menggambarkan lingkungan hidup manusia Pithecanthropus. G.H.R von Koenigswald mengadakan penelitian dari tahun 1936 sampai 1941 di daerah sepanjang Lembah Sungai Solo. Pada tahun 1936 Koenigswald menemukan fosil tengkorak anak-anak di dekat Mojokerto. Dari gigi tengkorak tersebut, diperkirakan usia anak tersebut belum melebihi 5 tahun. Kemungkinan tengkorak tersebut merupakan tengkorak anak dari Pithecanthropus Erectus, tetapi von Koenigswald menyebutnya Homo Mojokertensis.

Pada tahun-tahun selanjutnya, von Koenigswald banyak menemukan bekas-bekas manusia prasejarah, di antaranya bekas-bekas Pithecanthropus lainnya. Di samping itu, banyak pula didapatkan fosil-fosil binatang menyusui. Berdasarkan atas fauna (dunia hewan), von Koeningswald membagi diluvium Lembah Sungai Solo (pada umumnya diluvium Indonesia) menjadi tiga lapisan, yaitu lapisan Jetis (pleistosen bawah), di atasnya terletak lapisan Trinil (pleistosen tengah) dan paling atas ialah lapisan Ngandong (pleistosen atas). Pada setiap lapisan itu ditemukan jenis manusia purba. Pithecanthropus Erectus penemuan E. Dubois terdapat pada lapisan Trinil, jadi dalam lapisan pleistosen tengah. Pithecanthropus lainnya ada yang di pleistosen tengah dan ada yang di pleistosen bawah. Di plestosen bawah terdapat fosil manusia purba yang lebih besar dan kuat tubuhnya daripada Pithecanthropus Erectus, dan dinamakan Pithecanthropus Robustus. Dalam lapisan pleistosen bawah terdapat pula Homo Mojokertensis, kemudian disebut pula Pithecanthropus Mojokertensis. Jenis Pithecanthropus memiliki tengkorak yang tonjolan keningnya tebal. Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol. Mereka hidup antara 2 setengah sampai 1 setengah juta tahun yang lalu.

 

Hidupnya dengan memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Pithecanthropus masih hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka belum pandai memasak, sehingga makanan dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu. Sebagian mereka masih tinggal di padang terbuka, dan ada yang tewas dimakan binatang buas. Oleh karenanya, mereka selalu hidup secara berkelompok. Pada tahun 1941, von Koeningwald di dekat Sangiran Lembah Sungai Solo juga, menemukan sebagian tulang rahang bawah yang jauh lebih besar dan kuat dari rahang Pithecanthropus. Geraham-gerahamnya menunjukkan corak-corak kemanusiaan, tetapi banyak pula sifat keranya. Tidak ada dagunya. Von Koeningwald menganggap makhluk ini lebih tua daripada Pithecanthropus. Makhluk ini ia beri nama Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar), karena bentuk tubuhnya yang lebih besar. Diperkirakan hidup pada 2 juta sampai satu juta tahun yang lalu. Von Koenigswald dan Wedenreich kembali menemukan sebelas fosil tengkorak pada tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong Lembah Bengawan Solo. Sebagian dari jumlah itu telah hancur, tetapi ada beberapa yang dapat memberikan informasi bagi penelitiannya. Pada semua tengkorak itu, tidak ada lagi tulang rahang dan giginya. Von Koeningswald menilai hasil

temuannya ini merupakan fosil dari makhluk yang lebih tinggi tingkatannya daripada Pithecanthropus Erectus, bahkan sudah dapat dikatakan sebagai manusia. Makhluk ini oleh von Koeningswald disebut Homo Soloensis (manusia dari Solo).

Pada tahun 1899 ditemukan sebuah tengkorak di dekat Wajak sebuah desa yang tak jauh dari Tulungagung, Kediri. Tengkorak ini ini disebut Homo Wajakensis. Jenis manusia purba ini tinggi tubuhnya antara 130 – 210 cm, dengan berat badan kira-kira 30 – 150 kg. Mukanya lebar dengan hidung yang masih lebar, mulutnya masih menonjol. Dahinya masih menonjol, walaupun tidak seperti Pithecanthropus. Manusia ini hidup antara 25.000 sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Di Asia Tenggara juga terdapat jenis ini. Tempat-tempat temuan yang lain ialah di Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), juga di Cina Selatan. Homo ini dibandingkan jenis sebelumnya sudah mengalami kemajuan. Mereka telah membuat alat-alat dari batu maupun tulang. Untuk berburu mereka tidak hanya mengejar dan menangkap binatang buruannya. Makanannya telah dimasak, binatang-binatang buruannya setelah dikuliti lalu dibakar. Umbian-umbian merupakan jenis makanan dengan cara dimasak. Walaupun masakannya masih sangat sederhana, tetapi ini menunjukkan adanya kemajuan dalam cara berpikir mereka dibandingkan dengan jenis manusia purba sebelumnya.

Bentuk tengkorak ini berlainan dengan tengkorak penduduk asli bangsa Indonesia, tetapi banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli benua Australia sekarang. Menurut Dubois, Homo Wajakensis termasuk dalam golongan bangsa Australoide, bernenek moyang Homo Soloensis dan nantinya menurunkan bangsa-bangsa asli di Australia. Menurut von Koenigswald, Homo Wajakensis seperti juga Homo Solensis berasal dari lapisan bumi pleistosin atas dan mungkin sekali sudah termasuk jenis Homo Sapiens, yaitu manusia purba yang sudah sempurna mirip dengan manusia. Mereka telah mengenal penguburan pada saat meninggal. Berbeda dengan jenis manusia purba sebelumnya, yang belum mengenal cara penguburan.

Selain di Indonesia, manusia jenis Pithecanthropus juga ditemukan di belahan dunia lainnya. Di Asia, Pithecanthropus ditemukan di daerah Cina, di Cina Selatan ditemukan Pithecanthropus Lautianensis dan di Cina Utara ditemukan Pithecanthropus Pekinensis. Diperkirakan mereka hidup berturut-turut sekitar 800.000 – 500.000 tahun yang lalu. Di Benua Afrika, fosil jenis manusia Pithecanthropus ditemukan di daerah Tanzania, Kenya dan Aljazair. Sedangkan di Eropa fosil manusia Pithecanthropus ditemukan di Jerman, Perancis, Yunani, dan Hongaria. Akan tetapi, penemuan fosil manusia Pithecanthropus yang terbanyak yaitu di daerah Indonesia dan Cina.

Di Australia Utara ditemukan fosil yang serupa dengan manusia jenis Homo Wajakensis yang terdapat di Indonesia. Sebuah tengkorak kecil dari seorang wanita, sebuah rahang bawah, dan sebuah rahang atas dari manusia purba yang ditemukan di Australia itu sangat mirip dengan manusia Wajak. Apabila menilik peta Indonesia yang terbentuk pada masa glasial, memperlihatkan bahwa pulau Jawa bersatu dengan daratan Asia dan bukan dengan Australia. Oleh karena itu, diperkirakan manusia Wajak ini bermigrasi ke Australia dengan menggunakan jembatan penghubung. 

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2074205-penemuan-fosil-fosil-manusia-purba/#ixzz1ag9Xw5mf


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: